Pages

Subscribe:

Kicaun Suara Hati

Muhammad Ali Murtadlo

Labels

Tampilkan postingan dengan label Religiusitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religiusitas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 September 2012

Ramadlan Agung

Sepi, menyendiri, menyegarkan hati
Merangkul rahmat ilahi
Menengadah berharap belas kasih
Bersama kunang-kunang keimanan
Yang kerlap-kerlip, entah menunggu padam atau justru temaram

Rona taqwa ini selalu berharap akan terjunjung
Di bulan yang tersanjung
Ramadlan yang agung
Ramadlan bulan ampun
Penuh khidmat dari sang penuntun

Inilah masa kita untuk berjelaga
Menyelami hakikat hidup sebenarnya
Hidup sejati, yang akhirnya mati
Menuju pengharibaan ilahi

Mulut hanya mampu berdo’a
Hati meyakinkan betapa maha kuasanya Tuhan
Mungkinkah terlaksana?
Mudah-mudahan,
Karena Tuhan maha mengabulkan.
 Surabaya, 07 Agustus 2012

Ketupat Lebaran


Hari-Hari itu berlalu tak terasa
Menerobos momen-momen mulia
Menyebrangi lautan ampunan
Melewati Jembatan Pembelajaran
Bulan kemuliaan, Ramadlan namanya

Kini dia telah pergi
Meninggalkan jiwa-jiwa suci
Menyisakan kerinduan yang berarti
Entah akan kembali
Atau akan benar-benar pergi

Saat ini saat yang tepat untuk introspeksi
Menilai diri
Apakah jiwa kita telah suci
Suci dari sifat iri, dengki
Atau justru kembali kotor
Penuh dengan sifat koruptor

Sepertinya, Momen ini momen yang tepat
Momen untuk membuat ketupat
Ketupat lebaran
Saling bermaaf-maafan

Bogor, 18 Agustus 2012 M

Idul Fitri

I= Ini waktu untuk mengintrospeksi diri
D= Dalam sebulan penuh kita telah berpuasa
U= Untuk mencapai derajat taqwa
L= Lillahi Ta'ala

F= Fikiran mari kita instal ulang
I= Intiusi mari kita isi ulang
T= Tawadlu' mari kita praktekan
R= Rasa iri mari kita singkirkan
I= Ini merupakan waktu yang tepat untuk saling MEMAAFKAN.

Bojonegoro, 18 Agustus 2012 M

Tuhan, Jika,,,

Tuhan, jika Engkau izinkan
ku ingin hidup bersama embun
embun embun kebahagiaan
yang setiap malam jatuh
menggerimisi alam

Tuhan, jika Engkau Meridloi
Ku ingin tidur bersama setan
Setan-setan keangkuhan
yang setiap hari perang
melawan kearifan

Tuhan, Jika Engkau bolehkan
Ku ingin bernyanyi bersama burung
Burung-burung hantu
yang setiap waktu berkicau
melantunkan syukur kepada-Mu

Tuhan, jika Engkau Mau
Ku Ingin berjelaga bersama-Mu
Mengarungi arti Hidup
Hidup sementara yang penuh Misteri.

Surabaya, 30 Agustus 2012 M

Musnah

Kabut putih itu kian memudar
Mengalami degradasi
Berbaur dengan kabut asap
Asap asap kotor penuh Polusi

Embun pagi itu terus menguap
Terusir oleh sinar mentari
Mentari penuh energi
Energi yang tak terbeli

Awan itu semakin membumbung
Menggumpal diterjang angin
Angin-angin laut
Tanpa ada yang meniup

Sadarkah?
Kabut putih, Embun Pagi, Awan
itu hanya makhluk Tuhan
Yang akan musnah mengalami kehancuran.

Surabaya, 30 Agustus 2012 M