Pages

Subscribe:

Kicaun Suara Hati

Muhammad Ali Murtadlo

Minggu, 03 Juni 2012

Rindu yang Berkecamuk

Kawan, masih ingatkah kau kawan
saat kita melepas tawa,
Melepas canda, suka penuh bahagia

Terkadang dukapun  menyelinap sebagai selingan
Menerawang rongga-rongga kehidupan yang tak tahu mau jadi apa kita nanti
Mengukir mimpi masing-masing
Merajut harapan ke masa depan

Kita sekarang telah jauh dipelupuk mata
Kita tak terlihat benar ada dimana
Tapi tenang kawan, janji kita dulu akan tetap teringiang jelas diingatan

Kau bisikan suara lirihmu di daun telinga
Kau nanti pasti kan jadi tentara yang patriotis
Atau mungkin jadi kaum intelek yang akademis

Masih ingatkah kau kawan
Saat kita di bawah jendela ruang yang biasa kita mengukir impian
Indah benar kata-katamu saat itu
Merasuk dalam hingga merinding

Tak terasa butiran itu jatuh berlinang
Membasahi kain lusuh yang sudah compang-camping
Aku rindu kau kawan
Mungkinkah kita dipertemukan?
Aku yakin itu pasti.
Kita akan dipertemukan dalam puncak kesuksesan.

Sby, 03 Juni 2012.

Jumat, 25 Mei 2012

Bayangan Semu

Rona wajah itu kembali datang
Menghampiri hati yang riang
Mengajak pergi entah kemana
Beranjak dari dunia nyata

Tentu, Aku masih ingat waktu
Seakan dunia milik berdua
Tak terpisahkan, sampai akhir pearadaban sirna
Merogoh kelamnya hidup yang tak tentu arah
Menyebar kesegala penjuru arah

Memang, semua hanya semu
Tak sejelas bintang-bintang malam
Merangsang mata berkilauan
Menatap kesedihan nan kegelapan
Yang tak tahu kapan cahaya itu datang.

Apakah semu itu abadi?
Yang jelas tidak
Karena yang abadi hanya Satu
Tuhan pencipta alam

Surabaya, 250512